Taneh Karo Simalem Bumi Turang

28 Juni 2014

Legenda Gunung Sibayak

Gunung Sibayak atau Deleng Sibayak merupakan kedua yang tertinggi setelah Gunung Sinabung atau Deleng Sinabung. Gunung Sibayak mempunyai ketinggian 2170 meter dari permukaan laut sedangkan Gunung Sinabung mempunyai ketinggian 2417 meter di atas permukaan laut. Gunung Sibayak mempunyai sejarah cerita yang sama dengan Mata Air Nini Penawar, Deleng Pertektekken dan Lau Debuk Debuk.

Pada jaman dahulu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung mempunyai ketinggian yang sama, tetapi karena perkelahian antara Dewa Raja Umang Deleng Sinabung dan Dewa Raja Umang Deleng Sibayak karena masalah Dewi Ratu Deleng Barus. Akhirnya Dewa Raja Umang Deleng Sinabung dengan kesaktiannya, memancung kepala Deleng Sibayak hingga putus, terbang ke dekat Kampung Kaban yang dinamai dengan Deleng Sikutu, sedangkan kaki Deleng Sinabung dipancung oleh Dewa Raja Umang Deleng Sibayak maka Deleng Sinabung tanpa kaki sekarang ini.

27 Juni 2014

Legenda Lau Debuk Debuk

Lau Debuk Debuk merupakan sebuah pemandian air panas yang terletak di kaki Gunung Sibayak. Lau Debuk-debuk mengandung banyak belerang. Oleh karena itu pemandian air panas ini diyakini dapat mengobati penyakit gatal-gatal.

Sejarah cerita mengenai Lau Debuk-debuk yaitu dilatarbelakangi oleh suatu kisah yang pernah terjadi di tempat tersebut, seperti yang dikemukakan oleh Dada Meuraxa dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Suku-suku Di Sumatera Utara.

Guru Pertawar Reme (Guru Kandibata) seorang dukun yang terkenal mampu mengobati segala penyakit di Tanah Karo dan di Alas-Gayo (Aceh). Pada suatu waktu bersama istrinya yang juga merupakan seorang Dukun Tenung (dukun Sibaso) merantau ke daerah Alas dan Gayo dan meninggalkan kedua anak gadisnya yaitu Tandang Kumerlang dan Tandang Suasa. Telah beberapa lama sang dukun merantau serta banyak harta yang telah dikumpulkan namun belum pernah pulang ke kampung halamannya. Telah beberapa kali utusan dikirim untuk memanggil sang dukun pulang. Berhubung di Tanah Karo daerahnya telah berjangkit

25 Februari 2014

Sejarah Desa Suka Meriah

Desa Suka Meriah menurut cerita orang tua, pada awalnya Suka Meriah bukan merupakan sebuah desa, tetapi lahan garapan dan tempat berburu masyarakat desa Berastepu. Suka Meriah berbatasan dengan Berastepu dimana penduduk Berastepu yang bermarga Ginting dahulu ditawan oleh marga Sitepu, sehingga marga Ginting pergi dan menggarap lahan ke daerah tersebut. Namun karena masyarakat Berastepu merasa terlalu jauh untuk pulang kerumah maka mereka mulai membangun gubuk-gubuk kecil dan tinggal di ladang yang disebut dengan berbarung.

24 Februari 2014

Sejarah Desa Doulu


Desa Doulu memiliki batas-batas wilayah, yaitu : Sebelah Utara berbatasan dengan Deleng Macik
Sebelah Selatan berbatasan dengan Deleng Singkut
Sebelah Timur berbatasan dengan Deli Serdang atau Sempulen Angin
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Semangat Gunung (Raja Berneh)

21 Februari 2014

Sejarah Desa Juhar

Latar belakang berdirinya desa Juhar di awali dari perpindahan kelompok klan merga Tarigan yang berasal dari desa Lingga. Tujuan kepindahan ini adalah untuk mencari tempat tinggal dan lahan baru. Awal kedatangan merga Tarigan secara bergelombang, gelombang pertama di awali hanya beberapa anggota keluarga saja. Kemudian beberapa tahun berikutnya di ikuti oleh kedatangan beberapa keluarga lainnya.

13 Juli 2011

Orang Karo Cinta Karo


  1. Kami Orang Karo, berjanji menjaga harkat dan martabat Suku Karo
  2. Kami Orang Karo, berjanji menjaga keutuhan setiap jengkal Tanah Bumi Turang
  3. Kami Orang Karo, berjanji mempertahankan kemerdekan dan persaudaraan Merga Silima
  4. Kami Orang Karo, berjanji menjaga kemakmuran, keadilan dan peradaban Budaya Karo
  5. Kami Orang Karo, berjanji dengan segenap tumpah darah untuk tetap mencintai Tanah Karo Simalem