Djamin Ginting, lahir di sebuah desa di Kabupaten Karo, 12 Januari 1921 Ayahnya bernama Lantak Ginting Suka dan ibunya bernama Tindang br Tarigan. Ia anak ke dua dan tujuh orang bersaudara. Pada tahun 1928 beliau masuk sekolah Vervolgschool di Desa Suka lalu melanjutkan sekolah Schakelschool di Kabanjahe, dan pada tahun 1935 beliau masuk MULO di Medan. Di Medan beliau mulai ikut terlibat dalam berbagai organisasi diantaranya Pertemuan Karo, bersama temannya antara lain Selamat Ginting, Kontan Bangun, Nelang Sembiring, dll.
07 November 2014
Djamin Gintings Seorang Pejuang Sejati
Djamin Ginting, lahir di sebuah desa di Kabupaten Karo, 12 Januari 1921 Ayahnya bernama Lantak Ginting Suka dan ibunya bernama Tindang br Tarigan. Ia anak ke dua dan tujuh orang bersaudara. Pada tahun 1928 beliau masuk sekolah Vervolgschool di Desa Suka lalu melanjutkan sekolah Schakelschool di Kabanjahe, dan pada tahun 1935 beliau masuk MULO di Medan. Di Medan beliau mulai ikut terlibat dalam berbagai organisasi diantaranya Pertemuan Karo, bersama temannya antara lain Selamat Ginting, Kontan Bangun, Nelang Sembiring, dll.
03 Oktober 2014
Biografi Rakutta Sembiring Brahmana
21 September 2014
Buku 100 Tokoh Karo Diluncurkan
Buku yang diterbitkan oleh penulis Tania Depari itu memuat 100 tokoh-tokoh yang dianggap banyak berjasa dan berpengaruh bagi kemajuan Tanah Karo, Sumatera Utara juga Indonesia.
Hadir dalam peluncuran yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST Msi itu antara lain Wagubsu Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun Direksi Bank Sumut Ester Junita Ginting, Walikota Medan yang diwakili Sekda, Kapolresta Medan serta undangan lainnya.
07 Juli 2014
Kiras Bangun dan Kolonalisme di Tanah Karo
Kepopuleran Kiras Bangun / Garamata telah diketahui oleh Belanda dari penduduk Langkat dan lebih jelas lagi dari Nimbang Bangun yang masih ada ikatan keluarga dengannya. Untuk itu timbul keinginan Belanda menjalin persahabatan dengan Garamata agar dibenarkan memasuki Tanah Karo guna membuka usaha perkebunan. Persetujuan Garamata atas kedatangan Belanda akan diberi imbalan uang,
05 Juli 2014
Sejarah Desa Seberaya
Kata serayan dipilih karena pada awalnya ada sekelompok orang dengan marga Karo Sekali yang mendiami daerah ini. Kelompok orang ini membuka lahan untuk dijadikan tempat tinggal. Kelompok orang ini adalah 3 keluarga yang masih memiliki hubungan darah (satu keluarga) dengan marga Karo Sekali. Karena merasa cocok dengan daerah tersebut,
28 Juni 2014
Legenda Gunung Sibayak
Pada jaman dahulu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung mempunyai ketinggian yang sama, tetapi karena perkelahian antara Dewa Raja Umang Deleng Sinabung dan Dewa Raja Umang Deleng Sibayak karena masalah Dewi Ratu Deleng Barus. Akhirnya Dewa Raja Umang Deleng Sinabung dengan kesaktiannya, memancung kepala Deleng Sibayak hingga putus, terbang ke dekat Kampung Kaban yang dinamai dengan Deleng Sikutu, sedangkan kaki Deleng Sinabung dipancung oleh Dewa Raja Umang Deleng Sibayak maka Deleng Sinabung tanpa kaki sekarang ini.





