Taneh Karo Simalem Bumi Turang

27 Februari 2014

Sejarah Singkat Desa Lingga














Desa Lingga merupakan salah satu desa budaya yang terdapat di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatera Utara. Sejarah desa Lingga tidak dapat terlepas dari adanya kerajaan Lingga yang asalnya dari keturunan Pak-Pak (Dairi) yang pertama ditempati di kuta Suah di lembah uruk Gungmbelin. Raja Sibayak Lingga yang diangkat menjadi raja berasal dari Pak-pak Dairi yaitu Desa Lingga Raja. Sebelum datang ke desa Lingga Sibayak ini pernah singgah atau sempat tinggal di desa Nodi. Setelah dari desa Nodi baru Raja Lingga (Sibayak) pindah ke desa Lingga yang awalnya bertempat di kuta Suah di lembah uruk Gungmbelin, namun desa Lingga pindah ke desa yang sekarang.

Perkampungan Suah yang berada di lembah uruk Gungmbelin dulu sekarang dijadikan ladang atau tempat bercocok tanaman. Sejak Indonesia merdeka sistem pemerintahan yang dari Raja Sibayak Lingga berubah menjadi sistem pemerintahan yang seperti sekarang ini di mana pemilihan Kepala Desa tidak lagi berdasarkan keturunan Raja melainkan dengan cara pemilihan, sesuai dengan suara yang terbanyak. Raja Lingga (Sibayak), yang diangkat dulu adalah marga Sinulingga, dan penduduk desa Lingga sekarang masih kebanyakan marga Sinulingga, namun keturunan raja dulu sudah banyak yang pergi keluar kota seperi Medan, Jakarta, dan Bandung. Keturunan raja Lingga hanya tinggal satu orang yang telah berusia 80 tahun, dan sekarang ia bertempat tinggal di rumah Raja Sibayak Lingga.

Adapun batas-batas wilayah desa Lingga sebagai berikut :
• Sebelah utara berbatasan dengan desa Surbakti.
• Sebelah selatan berbatasan dengan desa Kacaribu.
• Sebelah timur berbatasan dengan desa Kaban.
• Sebelah barat berbatasan dengan desa Nang Belawan.

Source Code

4 komentar:

  1. Mjj,
    Artikel yang menarik mengenai sejarah.

    Kami baru pulang jiarah ke makam kakek kami.

    Yakni keturnan Sibayak Lingga bere-bere Nagasaribu.

    Senang membaca artikel ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mejuah-juah..

      senang juga sudah berkunjung ke blog ini.

      Hapus
  2. Mejuah juah bang, mengenai batas rasanya kurang paslah bang, surbakti itu batas sebelah barat, timur udah pas kaban(kutaku) , utara lingga julu , selatan kacaribu, nangbelawan itu tenggara. Itu pendapat saya bang, ibas kurangna ntah la akapndu pas minta maaf aku , mejuah juah :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin sudah terjadi perubahan admnistratif kali ya..
      soalnya ini data lama.
      kalau pun nanti salah wilayah batas daerah yg aku buat, terima kasih atas koreksinya.
      Mejuah-Juah.

      Hapus