Taneh Karo Simalem Bumi Turang

19 Januari 2011

Tebus Uban

Upacara Tebus Uban diadakan bagi orang yang sudah tua (uzur), dimana dalam upacara ini digabungkan dua acara adat yakni Ngembahken Nakan (mengantarkan makanan) dan pesta adat kematian (ndungi adat).

Dalam acara ini diawali dengan memberi makan kepada orang tua yang sudah uzur tersebut dan setelah selesai maka acara dilanjutkan dengan upacara kematian (gendang adat cawir metua).

Dalam acara ini pihak yang diadati tersebut membayar segala hutang-hutang adatnya kepada Kalimbubu sebagaimana adat kebiasaan terhadap orang yang sudah meninggal dunia.

Oleh karena itu sebenarnya orang yang diadati tersebut secara simbolis dianggap sudah meninggal walaupun pada kenyataannya ia masih hidup. Upacara Tebus Uban ini biasanya dilakukan orang tua yang kurang yakin akan kesanggupan anak-anaknya melakukan upacara adat ini secara benar. Karena itu ada kekhawatiran nanti setelah ia meninggal perjalanannya menuju sorga akan terhalang dan karena itulah maka selagi ia hidup upacara dilaksanakan agar ia dapat mengawasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar